Home / BERITA NASIONAL / BINAAN PTBA, DESA ULAK PANDAN RAIH PENGHARGAAN PROKLIM
IMG-20181025-WA0032

BINAAN PTBA, DESA ULAK PANDAN RAIH PENGHARGAAN PROKLIM

Author : Tim

JAKARTA, LhL – Desa binaan PT Bukit Asam Tbk (PTBA), Desa Ulak Pandan, Kecamatan Merapi Barat, Kabupaten Lahat, Sumatera Selatan berhasil meraih penghargaan Desa Program Kampung Iklim 2018 kategori program kampung iklim utama dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang diberikan pada hari Rabu (24/10/18).

Screenshot_2018-10-24-22-50-33_com.whatsapp_1540396263324

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Menteri KLHK, Siti Nurbaya dan diterima oleh Kepala Desa Ulak Pandan Susiawan Rana pada Hari Aksi Pengendalian Perubahan Iklim 2018 di Gedung Manggala Wanabakti KLHK Jakarta.

“Kami berterima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung dan mewujudkan Desa Ulak Pandan sebagai Desa Proklim. Ke depannya, tentu kami akan terus mengembangkan dan meningkatkan usaha yang telah dicapai sejauh ini. Untuk itu, kami berharap seluruh pihak terkait tetap mau melanjutkan kerja sama ini,”ujar Susiawan.

Program kampung iklim (Proklim) adalah program berlingkup nasional yang dikembangkan KLHK untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat dan seluruh pihak dalam melaksanakan aksi lokal untuk meningkatkan ketahanan terhadap dampak perubahan iklim dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

“Dalam rangka mewujudkan hal tersebut, Desa Ulak Pandan telah menjalankan sejumlah usaha pengembangan seperti penanaman 1000 pohon di area Bukit Serelo, pelestarian sumber air, pelarangan pembakaran hutan, biopori, pemanfaatan air hujan, dan sebagainya.”paparnya.

Salah satu program yang diunggulkan yaitu program bank sampah. Menurut Ketua Badan Usaha Milik Desa (Bumdes) Ulak Pandan, Evan Yusup, pelaksanaan bank sampah bermula dari banyaknya sampah di pasar desa yang masih bisa diolah. Didorong dengan kondisi tersebut dan pembinaan oleh PTBA dan Badan Lingkungan Hidup (BLH), sosialisasi pun dilakukan ke seluruh rumah tangga.

“Kami mengingatkan bahwa hal ini bisa dimulai dari ruang lingkup kecil, yaitu masing-masing rumah tangga,”imbuhnya.

Ia menambahkan sosialisasi dan pengolahan sampah ini digerakkan oleh karang taruna setempat dibawah binaan Bumdes. Sampah-sampah tersebut kemudian diklasifikasikan berdasarkan jenisnya. Sampah organik diolah menjadi pupuk kompos dan cair. Sedangkan sampah non organik diolah menjadi kerajinan tangan, sehingga dapat dijual dan menambah nilai ekonomis. Usaha ini tentu tak lepas dari berbagai rintangan. Kesadaran masyarakat untuk terlibat menyukseskan program ini disebut menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim.

“Namun karena semuanya kembali lagi kepada lingkungan masyarakat sendiri, kepedulian itu pun muncul. Pengembangan-pengembangan yang terus dilakukan di Desa Ulak Pandan ini pun didukung penuh oleh PTBA. Hal ini dinilai sejalan dengan konsep fundamental dari Corporate Social Responcibility (CSR) PTBA yang berfokus pada people dan planet.”ungkapnya.

CSR memberikan perhatian terhadap pelestarian lingkungan yang bertujuan mengurangi emisi karbon, meningkatkan energi terbarukan, serta menerapkan konsep reduce, reuse, dan recycle.

“Kami berharap Desa Ulak Pandan yang telah meraih desa proklim dapat membimbing minimal sepuluh desa di sekitarnya, sehingga sama-sama bisa menjadi desa lestari,”pungkas SM CSR PTBA, Kanthi Miarso.

Editor : Zadi

Lihat Lainnya

5bb71d9ebf479953392343

LAGI, PTBA RAIH PENGHARGAAN TOP CSR 2018

Author : Ron JAKARTA, LhL – Catatan prestasi kembali diperoleh PTBA. Kali ini, PTBA meraih …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!