Home / Kec. Pulau Pinang / KADES TERKUL PERTANYAKAN JANJI PENGUSAHA SIRTU DI DESANYA
PhotoGrid_1536403482337

KADES TERKUL PERTANYAKAN JANJI PENGUSAHA SIRTU DI DESANYA

Author : Ferdy

PAGAR GUNUNG, LhL – Kegiatan usaha produksi Pasir – Batu (Sirtu) di Desa Terkul (Kedaton), Kecamatan Pulau Pinang, Kabupaten Lahat dipertanyakan oleh Kepala Desa Terkul. Pasalnya, terkait izin penggalian seluas 19,78 hektar yang di kelola oleh PT. Buma, yang menggunakan (Klaser dan Alat Berat) dengan Izin Dinas Pertambangan dan Operasi Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Selatan, dinilainya sangat mencurigakan.

Menurut Tri, pria yang mengaku sebagai (Forman) ini saat dikonfirmasi awak media di lokasi penambangan membenarkan, jika aktifitas penggalian dan pengolahan produksi material tersebut, sudah berlangsung 3 tahun lamanya.

“Kami memiliki izin tersebut dari Dinas Izin Pertambangan dan Oprasi Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumatera Selatan”, kata dia, Sabtu (8/9/18).

Kendati begitu, Tri membantah kalau pihaknya disebut telah menyalahi aturan dalam operasi penambangan galian tersebut. Menurutnya, yang membingungkan itu, lokasi penggalian tersebut termasuk batas wilayah Kecamatan Gumay Ulu.

“Tapi ada juga warga Desa Tanjung Menang Kecamatan Tanjung Tebat, yang mengaku tanah miliknya diambil oleh perusahaan” , terangnya.

Ditanya alasannya bisa seperti itu, Tri menjawab agar pihak yang mempertanyakan hal itu pada David, yang diduga adalah salah satu pimpinan di perusahaan ini.

“Untuk lebih jelasnya, silakan tanya langsung ke Pak David selaku pimpinan pelaksana lapangan”, sebut Tri.

Anehnya, ketika ditanya tentang keberadaan David, Tri bilang tidak tahu. Bahkan termasuk siapa pemilik perusahaan, Tri juga tak mengetahuinya.

“Hanya itu saja sedkit informasi, saya tidak tau Pak David sedang di mana dan rumahnya juga saya tidak tahu. Termasuk perusahaan punya siapa , sayapun kurang tahu. Sekali lagi, saya tidak tau apa-apa. Apalagi mengenai prosodur izin tersebut, silahkan hubungi langsung Pak David”, tandas Tri.

Terpisah, Ilal selaku Kades Terkul saat disambangi awak media di rumahnya juga mengaku sangat mengeluhkan sikap pihak perusahaan. Dengan gamblang ia megatakan, perusahaan yang ada di Lekung Daun (Kedaton) tersebut, lebih kurang sudah tiga tahun berjalan. Namun tidak memenuhi janjinya.

“Dulu, pernah saya kumpulkan seluruh perangkat desa, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuka adat, dan warga saya dalam Musyawarah Desa (Musdes). Di mana harapan kami nantinya, perusahaan ini dapat bermanfaat bagi seluruh warga kami. Nah atas dasar kemufakatan itu, tentu dengan harapan pihak perusahaan dapat membantu ke pembangunan desa sebesar Rp.40 juta pertahun. Tapi yang terjadi justru sebaliknya, setelah perusahaan berjalan, pihak perusahaan hanya mengabulkan 10 juta pertahunnya sampai saat ini”, keluhnya.

Masih kata Kades, di sisi lain pihaknya berharap agar dengan bantuan tersebut akan dapat digunakan ke depanya. Seperti halnya pembangunan masjid, dan bisa memberdayakan Sumber Daya Manusia (SDM) warga desa ini nantinya.

“Beberapa kali saya meminta kebijaksanaan pihak perusahaan untuk membantu masyarakat kami, yang seharusnya perusahaan bisa memberikan bantuan dalam bentuk apa saja. Sehingga perusahaan tersebut bisa bermanfaat, khususnya bagi masyarakat Lekung Daun”, harap Ilal.

Editor : Zadi

Lihat Lainnya

IMG-20181105-WA0001

PERINGATI SUMPAH PEMUDA DENGAN TURNAMEN VOLLI DAN LOMBA TARI

Author : Taubit F  PULAU PINANG, LhL – Dalam rangka memperingati hari Sumpah Pemuda Karang …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!