Home / Kec. Merapi Timur / SEMINGGU DIKERJAKAN, TALUD JALINSUM BELUM TERLIHAT PAPAN PROYEK
IMG-20180829-WA0024

SEMINGGU DIKERJAKAN, TALUD JALINSUM BELUM TERLIHAT PAPAN PROYEK

Author : Karel

MERAPI TIMUR, LlL – Sejumlah proyek Provinsi Sumatera Selatan Tahun Anggaran 2018 yang ada di sepanjang jalan lintas Sumatera Lahat-Muara Enim, khususnya pembuatan Talud di seputar Desa Muara Lawai, Kecamatan Merapi Timur sudah mulai dikerjakan.

Sayangnya, kendati proyek ini sudah sejak seminggu terakhir dikerjakan, namun pengerjaan proyek talud ini belum terlihat papan proyek yang terpasang di lokasi. Padahal, masalah pemasangan papan informasi proyek ini telah diatur dalam perpres nomor 54 thn 2010 dan perpres nomor 70 tahun 2012, Bahkan UU nomor 14 Tahun 2008 juga memgatur tentang keterbukan informasi publik. Dengan demikian, kegiatan pengerjaan proyek ini tidak transparans, sehingga publik menduga proyek siluman.

Menurut Roni (45), warga Merapi ini mengaku kecewa dengan pengerjaan proyek tersebut. Karena menurutnya, disamping pengerjaan tidak transparans, untuk pekerja tidak melibatkan warga setempat (Pribumi), khususnya non skill.

“Seperti misalnya tukang cangkul tanah, ngaduk semen dan lainnya, ini tidak melibat warga sini”, cetusnya, Rabu (29/818).

Hal senada juga dikatakan Datuk seorang anggota LSM. Datuk mengatakan, seharusnya rekrutmen tenaga kerja lokal khusus non skill, itu diutamakan.

“Apa salahnya, jika pihak kontraktor memberdayakan warga sini sebagai pekerja kasarnya”, terang Datuk.

Disamping itu, masalah pekerjaan ini seharusnya proyek tersebut dipasang papan proyek.

“Kalau begini, warga mensinyalir adanya dugaan pekerjaan tidak sesuai dengan RAB yang ada,” imbuh Datuk.

Atas minimnya transparansi tentang informasi proyek-proyek pengerjaan talud seperti ini, masyarakat berharap hendaknya dikerjakan sesuai RABnya

“Walaupun, toh itu proyek punya provinsi, haruslah dikerjakan dengan RAB yang ada, agar bisa dimanfaatkan lebih lama dan berkelanjutan”, pungkas Datuk.

Sementara salah satu pekerja yang enggan menyebut namanya ini, ketika dimintai keterangan saat di lokasi, tidak dapat menjelaskan secara rinci tentang tidak adanya papan proyek tersebut.

“Enggak tahu, kami hanya pekerja”, jawabnya singkat.

Disoal tentang ukuran talud yang sedang ia kerjakan, alhasil pekerja ini menjawab dengan seadanya.

 “Ukuran tinggi talud 2,5 meter, lebar pondasi 1,5 meter dan dalam pondasi 5 meter”, jawabnya.

Ditanya lagi tentang siapa pemilik proyek tersebut, pekerja ini tetap tak bisa mengatakannya.

“Kami nggak tahu siapa pemilik”, tandasnya.

Editor : Zadi

 

Lihat Lainnya

Screenshot_2018-11-03-11-28-06_com.whatsapp_1541219361611

PT BSP DAN PUSKESMAS MERAPI TIMUR CEGAH PENYAKIT RUBELAH

Author : Karel MERAPI TIMUR, LhL – Penyakit rubela dan kaki gajah, berkembang pesat di …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!