Home / Kec. Lahat / USAI LEBARAN HARGA SAYUR MAYUR DI PASAR LEMATANG MERANGKAK NAIK
20180620_084210

USAI LEBARAN HARGA SAYUR MAYUR DI PASAR LEMATANG MERANGKAK NAIK

Author : Hendry

LAHAT, LhL – Lima hari sesudah usai Lebaran Hari Raya Idul Fitri 1439 Hijriah tahun 2018, harga sayur mayur di pasar tradisional Pasar Lematang Kota Lahat Provinsi Sumatera Selatan mulai naik usai Lebaran.

“Harga sayur mayur di sejumlah pasar mengalami kenaikan, hal ini di sebabkan karena stok barangnya sedikit dan permintaan masyarakat mulai meningkat,” ujar Ani salah seorang pedagang di Pasar Lematang, Rabu (20/06/18).

Ia menyebutkan, kebanyakan petani lokal belum ke kebun karena masih dalam suasana Lebaran, sedangkan pasokan (Supplier) dari luar daerah seperti Pagar Alam juga belum lancar kirim barang sehingga stok sangat berkurang sedangkan permintaan banyak.

“Harga sayur mayur saat ini seperti selada air Rp 10 ribu per 3 ikat sebelumya Rp 5 per 3 ikat, bayam Rp 4 ribu per ikat sebelumnya Rp 2.500 per ikat, kangkung Rp 3 ribu per ikat sebelumnya Rp 1.500 per ikat, daun labu Rp 3 ribu per ikat sebelumnya Rp 1.500 per ikat, sedangkan buah oyom (kisek) Rp 15 per kg sebelumya Rp 6 ribu per kg dan buah terong Rp 10 rb per kg sebelumnya Rp 6 ribu per kg,” jelasnya.

Ani menambahkan, diperkirakan harga sayur mayur akan kembali normal setelah menjelang satu minggu sesudah Lebaran, kemungkinan petani sudah mulai ke kebun paben sayuran dan pasokan dari luar daerah sudah mulai kirim barangnya buat kebutuhan pasar.

“Kalau pasokan sayur mayur sudah datang dari luar daerah otomatis barang banyak, para tengkulak banyak pilihan untuk mengambil barang buat dijual lagi kepada pembeli, tentunya harga akan turun dan kembali normal,” jelasnya.

Sementara itu, Tina salah seorang pembeli mengatakan, harga sayur mayur usai Lebaran melonjak naik dan harganya juga tidak tanggung tanggung hampir lima puluh persen naiknya. Seperti selada air biasanya harganya Rp 5 ribu per 3 ikat sekarang menjadi Rp 10 ribu per 3 ikat, begitu juga dengan sayuran lainnya juga gila gilaan ikut naik.

“Walaupun harga sayuran naik mau ga mau tetap kita beli, karena sudah bosan dengan menu daging. Karena sejak menjelang lebaran hingga sekarang yang kita makan menunya daging mulu, ditambah lagi sekarang banyak tetangga yang hajatan pasti ketemunya daging juga. Makanya kita pengen beralih pada menu sayuran untuk memenuhi kebutuhan serat tubuh biar badan tetap fit dan sehat,” jelasnya.

Editor : Zadi

Lihat Lainnya

IMG-20181207-WA0004

PERLINTASAN REL (KA) PASAR LAMA LAHAT SEMERAWUT

Author : Ferdy LAHAT, LhL – Kurangnya ketertiban dan kesadaran pengendara ketika melintasi Rel Kereta …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!