Home / Kec. Gumay Talang / 4 KALI MELEDAK, GARDU LISTRIK DIPADAMKAN 10 JAM
PhotoGrid_1512966568266

4 KALI MELEDAK, GARDU LISTRIK DIPADAMKAN 10 JAM

” RATUSAN WARGA DUSUN IV DESA INDIKAT ILIR, RESAH “

Author : Din

GUMAY TALANG, LhL – Kesengsaraan bagi wong cilik, terus dirasakan oleh berbagai pihak. Seperti penggunaan listrik, yang kini subsidinya sudah ditarik oleh Pemerintah. Ditambah lagi kerapnya pemadaman yang dilakukan Perusahaan Listrik Negara (PLN) Rayon II Cabang Lahat. Parahnya lagi, pemadaman itu tidak menentu serta tidak adanya pemberitahuan. Hal ini terus menambah penderitaan bagi seluruh konsumen yang ada.

Seperti yang dirasakan warga Dusun IV Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Lahat. Pasalnya, warga desa tersebut terancam selama 10 jam tidak mendapat aliran listrik. Hal ini dikarenakan sejak pukul 02.55 WIB hari Senin (11/12/17) dini hari, gardu induknya meledak dan mengeluarkan percikan api. Setelah berselang lima menit api padam, sekitar pukul 03.00 WIB, gardu kembali meledak.

Tidak sampai disitu saja, gardu yang letaknya ditengah-tengah pemunkiman warga Dusun IV Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Lahat itu, kembali meledak pada pukul 03.25 WIB. Terakhir pukul 05.35 WIB, dan mengeluarkan api yang cukup besar berlangsung sekitar 10 menit. Beruntung, dari kejadian ini tidak sampai menyambar rumah-rumah warga yang ada.

Tak pelak, dari peristiwa itu, membuat 165 kepala keluarga (KK) keluar dari rumah masing-masing dan berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri.

“Lampu padam mulai pukul 02.55 WIB sampai dengan sekarang. Semua itu dikarenakan travo yang letaknya ditengah-tengah pemukiman warga itu sempat meledak sebanyak empat kali,” ungkap Fery (37) warga Dusun IV Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Lahat.

Menurutnya, gardu tersebut awalnya meledak pada pukul 02.55 WIB dini hari, lalu mengeluarkan kobaran api yang cukup besar. Berselang lebih kurang lima menit api padam. Dan, sekitar pukul 03.00 WIB gardu tersebut kembali meledak, api pun kembali keluar dari trapo. Tidak berhenti disitu saja, trapo kembali meledak pada pukul 03.25 WIB, terakhir kembali meledak pada pukul 05.35 WIB, dan mengeluarkan api yang cukup dahsyat (besar-red).

“Saat peristiwa itu berlangsung, warga sekitar lokasi berhamburan keluar untuk menyelamatkan diri mereka masing masing. Karena ledakan terapo yang terakhir besar sekali, ditambah dengan kobaran api yang pantastik besar. Beruntung kobaran api tidak sampai kerumah-rumah warga yang ada. Tapi, ada warga mengalami kerusakan alat-alat elektroniknya,” pungkas Fery.

Yogi, salah satu petugas PLN yang datang kelokasi saat dibincangi wartawan mengatakan, travonya meledak. Jadi, kami selaku petugas biasa tidak bisa memutuskan kapan akan diperbaiki traponya.

“Kami masih menunggu perintah kak. Karena kami hanya petugas biasa dan tidak bisa mengambil kebijakan, serta menentukan kapan akan diperbaiki gardu ini,” ujar pria yang kepalanya polontos, Senin (11/12), kemarin.

Terpisah, Ketua YLKI Sanderson dimintai tanggapannya menyampaikan, dengan adanya gardu yang meledaknya sampai empat kali, cukup mengherankan. Yang menjadi pertanyaan, apakah kejadian ini suatu kelalaian petugas yang ada atau terlambatnya warga melaporkan.

“Sampai sejauh mana pihak PLN dalam melakukan pemeliharaan terhadap gardu tersebut, kok bisa meledak sampai empat kali. Beruntung dari ledakan hingga menjadi kobaran api tidak menyambar kerumah-rumah warga yang ada,” kata Sanderson.

Ia menjelaskan, kejadian itu agar bisa membuat pelajaran bagi pihak PLN agar lebih proaktif dalam meninjau serta memeriksa semua gardu-gardu yang ada. Tujuannya, supaya kejadian seperti ini tidak terulang lagi kedepannya. Ketika disinggung wartawan terkait kerusakan alat elektronik warga, ditambahkan Sanderson, kerusakan itu bukan disebabkan disambar petir, keadaan saat itu, tidak hujan dan tidak ada angin. Jadi pihak PLN harus bertanggungjawab atas kerusakan alat-alat elektronik warga Dusun IV Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Lahat.

“Jelas, pihak PLN harus bertanggungjawab atas kerusakan yang ada. Karena, kerusakan elektronik milik warga sekitar bukan disambar petir melainkan disebabkan ledakan gardu yang berada ditengah-tengah pemukiman itu,” pungkasnya.

Sementara, Managar PLN Rayon II Cabang Lahat, Yudho mengatakan, atas peristiwa yang ada, pihak PLN meminta maaf. Dan diakui Yudho, kejadian itu, bukan kehendak dari pihaknya melainkan alam.

“Kerusakan, sampai dengan meledaknya suatu trapo induk bukan kita kendaki. Semua itu faktor alam yang tidak bisa kita prediksi. Namun, semua kejadian itu, tidak lepas dari tanggungjawab PLN,” imbuhnya.

Oleh sebab itu, sambungnya, PLN akan segera menganti trapo yang meledak itu. Untuk diketahui, ditrapo sendiri sudah memiliki pengamanan sampai kerumah-rumah pelanggan. Setidaknya, perbaikan trapo ini akan rampung diperbaiki sekitar pukul 13.00 WIB siang nanti. Karena, petugas sudah dikirim kelapangan, untuk segera mungkin melakukan perbaikan.

“Jadi, kami mintak kepada warga Dusun IV Desa Indikat Ilir, Kecamatan Gumay Talang, Lahat, agar dapat bersabar. Sebab dari kajdian ini, baik PLN maupun konsumen sama-sama mengalami kerugian. Tahap pertama kita perbaiki trapo, lalu, tahap kedua kita akan mengecek kerumah-rumah warga yang mengalami kerusakan alat-alat elektronik. Semua itu, tidak bisa kita prediksi, dan, karena faktor alam semua,” kilah Yudho

Editor : Zadi

Lihat Lainnya

IMG-20180404-WA0098

BURSAH ZARNUBI BERI MOTIVASI PADA MASYARAKAT TANAH PILIH

Author : Ron GUMAY TALANG, LhL – Seusai melaksanakan kegiatan kampanye dialogis di Kecamatan Kikim …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!