Home / Hukum & Kriminal / MASIH AKIBAT PHK SEPIHAK PT SMS, MASSA SBPKS TUNTUT KEADILAN
IMG-20170707-WA0076

MASIH AKIBAT PHK SEPIHAK PT SMS, MASSA SBPKS TUNTUT KEADILAN

Author : DARMAWAn

KIKIM TENGAH, LhL – Bertempat di area perkantoran PT. SKME/SMS di wilayah Desa Sungai Laru, Kecamatan Kikim Tengah, Kabupaten Lahat. Hari ini Jum’at tanggal 07 Juli 2017 sekira pukul 14.00 Wib, puluhan pekerja kontrak dalam PKWT (Perjanjian Kerja Waktu Tertentu) melakukan aksi damai. Aksi buruh ini kembali menuntut untuk tidak di PHK (Pemutusan Hubungan Kerja) karena dianggap tidak sesuai dengan isi dari UU Ketenagakerjaan Nomor 13 tahun 2003.

Sebanyak 48 buruh yang hadir dalam aksi ini, dengan dikoordinir oleh Serikat Buruh Perkebunan Sawit (SBPKS) dalam hal ini yang diketuai oleh ketua umum Fauzi Azwan. Informasi terhimpun  buruh PKWT menuntut untuk diangkat menjadi  karyawan tetap, dikarenakan para buruh tersebut sudah melaksanakan kontrak selama 2 tahun dalam mengabdi untuk perusahaan. 

Aksi ini juga buntut panjang dari uang pesangon bagi mereka yang belum diberikan, dan lebih miris menurut para pelaku aksi, selama kerja lembur 2 tahun uang lembur tidak dibayarkan oleh perusahaan.

Apabila di PHK karyawan tersebut menuntut uang pesangon dan lembur, atas dasar inilah karyawan PT. SMS mempertanyakan haknya kepada pihak perusahan. Dengan aksi ini, para buruh berharap mendapatkan keadilannya sebagai pekerja yang sudah mengabdikan jiwa raganya pada perusahaan.

Selesai melakukan aksi, perwakilan buruh melakukan mediasi bersama pihak perusahaan, hadir dari pihak perusaahaan Wawan Susanto, Yohanes, M Yulianur turut hadir pula unsur tripika, Kapolsek Kikim Tengah, Danramil Kikim Area, beserta anggota.

Dalam tuntutannya, para pekerja menyampaikan beberapa pendapatnya berupa :
1. Permasalahan PKWT yang tidak di perkerjakan lagi agar di bayar haknya ( pesangon).
2. Selama PHI (Perselisihan Hubungan Industrial) berjalan karyawan PKWT yang di berhentikan agar tetap di perkerjakan kembali sampai ada putusan tetap.

Menanggapi tuntutan dari buruh pihak pengusaha berpendapat :
1. PKWT yang sudah di berhentikan tidak dapat di perkerjakan lagi.
2. Agar dapat menyertakan surat penunjukan/ surat kerja dari karyawan ke pihak yang di pilih untuk menyelesaikan permasalahan ini.

Karena belum menemukan kata mufakat antara pekerja dan pihak perusahan, maka pada hari jumat tanggal 14 Juli 2017 mendatang akan diadakan pertemuan antara pihak perusahaan dan pihak dari buruh untuk membahas tuntutan yang diajukan oleh pihak karyawan/buruh yang di PHK, untuk menemukan solusi.

Salah satu buruh yang enggan menyebutkan namanya menyayangkan atas apa yang dilakukan pihak perusahan kepada dirinya dan rekan buruh lainnya.
“Kami harap semua mata terbuka melihat apa yang terjadi, dalam hal ini jelas perusahan sudah tidak mengindahkan Undang Undang ketenagakerjaan, dalam hal ini pula kami buruh yang selalu dirugikan,” terangnya.

Terrkait aksi ini Kapolres Lahat AKBP Roby Karya Adi SIK menanggapi, dirinya berharap agar pihak buruh dan perusahan bisa menyelesaikan masalah perselisihan ini dengan sebaik baiknya.

“Kita berharap masalah ini jangan berlarut larut, silahkan melakukan perundingan dengan cara yang baik, dan selalu menjaga Kamtibmas,” tegasnya. 

Editor : YADI 

Lihat Lainnya

IMG-20180604-WA0119

BARU SELESAI, RUMAH ALIMAN DIDATANGI BURSAH ZARNUBI

Author : Ron KIKIM TEMGAH, LhL – H. Bursah Zarnubi, SE Calon Bupati (Cabup) Lahat, …

[Slideshow "iklan-mati-5" not found]
[Slideshow "slider-9" not found]
error: Content is protected !!